Saatnya Pemilik Mobil Bensin Di Indonesia Mengerti Ini

Mengapa bensin Pertamax Turbo mahal? Dasar pertimbangannya tak lain karena kandungan sulfurnya rendah kisaran 50ppm, sulfur merkaptannya kisaran 20ppm, tanpa timbal [Pb] dan memiliki angka oktan RON98. Inilah yang disebut jenis bensin performa tinggi. Semua mesin mobil bensin yang berrasio kompresi mulai 9,0 : 1 hingga 15,0 : 1 sangat aman dan jauh lebih responsif pakai jenis bensin ini terutama pada bagian filter bensin, injector, dan seterusnya. Hanya saja mahal harganya saat ini untuk wilayah Jakarta sekitarnya kisaran Rp. 13.4000

Sangat beda halnya dengan bensin yang warna hijau atau harganya 10.000 saat ini. Jenis bensin ini memiliki kandungan sulfur sangat tinggi kisaran 500ppm, sulfur merkaptannya 20ppm, mengandung timbal sangat tinggi kisaran 0,13 miligram/ liter, kandungan logam mangannya 1 miligram/ liter, kandungan logam besinya 1 miligram/ liter. Begitu juga angka oktannya terbilang sangat rendah kisaran RON90. Berdasar kandungan komposisinya, inilah yang disebut jenis bensin performa rendah. Pada jenis bensin ini hanya bisa digunakan di mesin mobil bensin yang konvensional atau yang masih pakai karbu atau mobil mobil bensin yang berrasio kompresi mesin dibawah 9,0 : 1.

Mobil bensin modern sudah mengadopsi mesin High Technology dan biasanya memiliki rasio kompresi mesin 10,0 : 1 hingga 15,0 : 1 Hal ini sangat tidak dianjurkan menggunakan jenis bensin performa rendah seperti penjelasan diatas. Resikonya bisa fatal. Gejala awalnya ngelitik atau detonasi atau Knocking, tenaga tarikannya jadi berat, yang jelas rentan mesin cepat rusak utamanya pada pagian filter bensin, injector, dan seterusnya pasti cepat kotor kinerja ECU jadi terkendala.

Kalaupun semua mobil bensin, baik itu yang konvensional maupun atau utamanya mobil bensin modern mau dan ingin memilih jenis bensin performa rendah karena pertimbangan murahnya maka yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah Up Grade Kualitasnya. Pertama angka oktannya ditingkatkan, kandungan timbal, sulfur, kandungan logamnya, dan kandungan besinya benar-benar harus diturunkan seperti halnya jenis bensin performa tinggi. Berikut cara tutorial petunjuk merubah jenis bensin performa rendah jadi bensin performa tinggi;

Semoga artikel ini bisa membantu berkendara mobil bensin jadi murah tapi performa mesin tetap terjaga bahkan otomatis lebih awet terawat.

Pertama Punya Mobil Diesel? Perhatikan Yang Satu Ini!

Memiliki mobil diesel apalagi baru pertama kalinya, pasti sama sekali ngga berharap ada kendala atau masalah dikemudian hari. Apalagi masalah itu erat kaitannya dengan budget yang tidak sedikit atau diluar dugaan. Ini salah satu pertimbangan alasan pihak Agen Tunggal Pemegang Merk [ ATPM ] semua jenis kendaraan membekali Manual Book

Mesin mobil bensin sangatlah beda dengan mesin mobil diesel. Pada mesin mobil diesel menggunakan kompresi udara tinggi untuk memicu pembakaran bahan bakar atau kompresi pengapian, sementara mesin bensin bergantung pada busi untuk menyalakan campuran bahan bakar dan udara. Oleh karena itu, kata kunci agar mesin tetap awet terawat perhatian jenis solarnya. Pada mesin mobil diesel konvensional masih bisa pakai sulfur solar 500PPM karena masih menggunakan Injection Pump. Lain halnya dengan mesin mobil diesel modern atau yang sistem saluran bahan bakarnya sudah mengadopsi Common – Rail Technology. Harus pakai sulfur solar maksimal 50PPM.

Sementara atau faktanya, solar yang beredar atau yang Buffer Stock di semua SPBU, untuk Solardex 350PPM dan untuk Biosolar 1200PPM. Ini masalah!

Paling tidak, untuk mobil diesel modern atau yang Common – Rail Technology, jenis solar yang mendekati bisa disebut aman di mesin tak lain adalah Solardex atau Pertadex karena kandungan sulfurnya hanya 350PPM. Menilai performa jenis solar janganlah dilihat dari harganya tapi sebaiknya berdasar komposisi kandungan yang ada didalamnya. Empat kandungan yang harus Anda perhatikan jika menilai performa jenis solar. Yaitu; Partikel Sludge atau endapan lumpurnya, kandungan sulfur serta kandungan airnya, titik nyala PMCC – nya, dan angka setana [ CN/ Cetane Number ] atau daya bakarnya. Mengapa demikian? karena keempat kandungan itu sangat bisa dipastikan sebagai pemicu cepat lambatnya Fuel Line System seperti filter solar, injektor dan seterusnya harus ganti.

Fuel Line System atau sistem saluran bahan bakar solar adalah jantungnya mesin diesel. Filter solar, injektor, dan seterusnya bisa dideteksi sebelum kejadian yaitu melalui lampu indikator tapi jika lambat ambil tindakan biasanya mesin mendadak sulit dihidupkan atau minimal mesin tersendat sendat saat berkendara.

Semua jenis solar, apakah itu jenis solar performa rendah seperti Biosolar atau jenis solar performa tinggi seperti Solardex/ Pertadex bisa digunakan pada mesin mobil diesel modern apalagi mesin mobil diesel konvensional. Asal partikel Sludge atau endapan lumpurnya dilenyapkan, kandungan sulfur serta kandungan airnya diturunkan secara kompatibel terukur, titik nyala PMCC -nya ditingkatkan, dan angka setananya [ Cetane Number – CN ] dinaikkan. Sehingga yang namanya filter solar, injektor, dan seterusnya aman tidak mudah kotor terlebih mampet akibat kerak atau partikel kotoran.

Cara melenyapkan Sluge atau endapan lumpur, cara menurunkan kandungan sulfur serta kandungan air, dan seterusnya. Bisa Anda buka situs khusus ini http://www.problemmobildiesel.com

Semoga ulasan ini dapat membantu bagi pemilik mobil diesel, baik itu mobil diesel konvensional maupun mobil diesel modern yang sudah Common – Rail Technology.

Isuzu Panther, Pakai Solar Apa?

Teknologi mesin Isuzu Panther ini masih menggunakan sistem injeksi langsung (direct injection) dan tidak memakai Commonrail Technology. Mesin ini identik atau bisa dikategorikan regulasi Euro 2. Artinya mesin diesel ini dianjurkan pakai sulfur solar maksimal 500PPM. Sementara fakta solar yang beredar dipasaran berkata lain, Pertamina Dex atau Solar Dex 350PPM dan Biosolar 1200PPM. Ini masalah! Tapi masih banyak pemilik Isuzu Panther yang tidak memahami bahkan penggunaan bahan bakar seperti Biosolar atau sejenisnya dianggap Attitude pembenaran padahal kurang sempurna [ Baca; mesin Isuzu Panther perlu sulfur solar maksimal 500PPM sedangkan Biosolar 1200PPM ]. Sampai disini paham? Salam komunitas!

Dengan kebiasaan [ attitude ] penggunaan bahan bakar Biosolar dan sejenisnya dapatlah dipastikan mesin jadi kasar dan performa tenaga – torsi mesin pasti tidak maksimal kisaran 130 – 140 km/ jam. Seharusnya bisa Top Speed 180 km/ jam. Padahal ada cara lain yang murah efektif ekonomis dan sama sekali ngga berdampak pada kerusakan mesin. Bagaimana caranya? Caranya tetap pakai Biosolar tapi kualitas dari Biosolar di Up Grade terlebih dahulu.

Buang pemikiran kalau mesin Isuzu Panther tidak gesit, kurang responsif atau tenaganya lemot

Biang kerok atau faktor utama performa tenaga – torsi mesin Isuzu Panther jika menggunakan Biosolar atau sejenisnya – tidak bisa optimal dan pada bagian Fuel Line System seperti filter solar, injektor, dan seterusnya cepat sekali kotor atau bermasalah. Akibat 4 [ empat ] faktor ini; partikel Sludge atau endapan lumpurnya sangat tinggi, begitu juga kandungan sulfur serta kandungan airnya juga tinggi, titik nyalanya relatif rendah, serta angka setane atau daya bakarnya relatif rendah.

Partikel Sludge atau endapan lumpur dari Biosolar harus dilenyapkan, Kandungan sulfur dan kandungan air dari Biosolar harus diturunkan secara kompatibel, Titik nyala PMCC – nya harus ditingkatkan, begitu juga angka setane atau daya bakar atau daya ledak dari minyak Biosolar harus dinaikkan. Dengan demikian performa tenaga – torsi mesin Isuzu Panther jadi optimal Include Part Fuel Line System seperti filter solar, injector, dan seterusnya otomatis bebas kerak, tidak mampet otomatis jadi terawat. Untuk lebih jelasnya ‘Apa itu mesin diesel?’ dan ‘Apa itu bahan bakar solar?’ Buka situs http://www.problemmobildiesel.com

Semoga artikel ini bermanfaat bagi pegiat komunitas mobil diesel, utamanya bagi pemilik Isuzu Panther di Indonesia. [SALAM KONUNITAS]

Innova Diesel, Apa Solarnya?

Toyota Innova Diesel pertama kali diluncurkan tahun 2005, sistem saluran bahan bakarnya sudah menggunakan sistem injeksi Common – Rail [ D-4D ] dengan kode mesin 2KD – FTV kapasitas mesin 2500 cc dan hanya memenuhi standar emisi Euro 2. Tepatnya 2008 mesin Innova diesel mampu memenuhi standar emisi Euro 3 hal ini setelah adanya pembaharuan , seperti penambahan Catalytic Converter, sistem injeksi Common – Rail, serta Diesel Partuiculate Filter [ DPF ]. Toyota Innova Diesel baru memenuhi standar emisi Euro 4 pada tahun 2022 dengan mengadopsi mesin 2GD [ generasi pertama pakai kode mesin 2KD ]. Konsekwensinya ada beberapa tambahan komponen seperti katalis untuk mengurangi emisi gas buang.

Pertanyaan seriusnya, Toyota Innova Diesel mulai generasi pertama 2004 hingga generasi saat ini pakai solar apa?

Harus dipahami bahwa Fuel Line System seperti filter solar, injektor, dan seterusnya adalah jantungnya mesin diesel, artinya jangan sembarangan solarnya! Sebaiknya ikuti anjuran bengkel resmi. Yaitu gunakan solar performa tinggi seperti Solardex atau Pertadex. Hal ini karena kandungan sulfurnya rendah kisaran 350PPM. Beda halnya dengan Biosolar atau solar sejenis, kandungan sulfurnya 1200PPM. Resiko paling fatal jika pakai sulfur solar 1200PPM tak lain berdampak pada Fuel Line System, cepat kotor atau mampet sehingga kinerja injektor jadi berat. Gejalanya biasanya mesin sulit dinyalakan atau mesin mendadak mati.

Harga Solardex/ Pertadex Rp. 14.300/ Liter. Harga Biosolar Rp. 6.800,-

Apakah aman Toyota Kijang Innova Diesel Euro 4 pakai Biosolar?. Fuel Line System seperti filter solar, injektor, dan seterusnya tidak mudah kotor jika Biosolar terlebih dahulu di Up Grade jadi jenis solar performa tinggi seperti Solardex/ Pertadex. Angka setanenya atau CN-nya dinaikkan, partikel Sludge atau endapan lumpurnya dilenyapkan, sulfur serta kandungan airnya diturunkan secara kompatibel terukur, dan titik nyala PMCC-nya ditingkatkan. Simak anjuran dari mekanik ‘bengkel mobil diesel jakarta’ ini;

Pengguna, pemilik, pengendara Toyota Kijang Innova Diesel harus tau caranya jika ingin menggunakan Biosolar atau solar sejenis. Kunjungi situs ini http://www.problemmobildiesel.com

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi pengendara mobil diesel Euro 4 ditanah air.

CAPTIVA DIESEL, APA SOLARNYA?

Sesuai anjuran pihak Agen Tunggal Pemegang Merk [ATPM] mobil Indonesia, semua jenis mobil diesel Euro 4 Completely Built Up [ Captiva diesel, Ford Ranger, Everest, Hiace, Hilux, Triton, dan sejenisnya ] dianjurkan pakai sulfur solar 50PPM. Disisi lain, solar yang beredar dipasaran seperti Solardex 350PPM dan Biosolar 1200PPM. Ini masalah!.

Fuel Line System adalah jantungnya mesin diesel dan sangat bisa dipastikan, contoh Captiva Diesel, jika ketentuannya pakai sulfur solar 50PPM lantas dipaksakan pakai sulfur solar 1200PPM [ baca Biosolar ] pasti mengalami masalah, utamanya pada bagian injektor cepat kotor berkerak. Endingnya daleman injektor seperti kelistrikannya rusak dan tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Harus ganti dan sangat mahal harganya.

Bagi pegiat komunitas mobil diesel, khususnya Chevrolet Captiva Diesel, seperti KOMUNITAS CAPTIVA INDONESIA, CAPTIVA CHEVY CLUB, FORUM CHEVROLET CAPTIVA INDONESIA, dan sejenisnya, problem tersebut diatas masih bisa diatasi atau ada solusinya dan sama sekali tidak berdampak pada kerusakan mesin.

Angka Setane atau daya bakar atau daya ledak dari Biosolar sudah cukup Recommended yaitu CN49,1 hanya saja pada partikel Sludge atau endapan lumpurnya harus dilenyapkan, sulfur dan kandungan airnya harus diturunkan secara kompatibel dan terukur, begitu juga titik nyala PMCC-nya harus ditingkatkan. Di Indonesia cairan atau formula super kompatibel aditif yang paling Recommended ada, yaitu GPGOLD Complete Diesel Treatment, cairan atau formula ini bisa dan terbukti merubah Biosolar setara Dex. Sehingga kedepan atau selamanya semua jenis mobil diesel Euro 4 yang Completely Buit Up apalagi yang Incompletely Knock Down sangat aman pakai bahan bakar diesel sejenis Biosolar.

Untuk mendapatkan info detail hal cairan atau formula tersebut diatas bisa buka situs ini, http://www.problemmobildiesel.com

Semoga artikel ini dapat bermanfaat utamanya bagi pemilik mobil diesel Euro 4 Completely Built Up apalagi yang Incompletely Knock Down.

Solar Oplosan

Kualitas solar dari tambang rakyat umumnya tidak terjamin dan seringkali rendah karena proses penyulingan tradisional menghasilkan produk yang tidak sesuai standar mutu atau ditolak pasar. Setelah proses tahapan Bleaching atau penjernihan, masih tahapan preses yang sangat penting yaitu Blending.

Sekali lagi, proses tahapan akhir disebut Blending ini adalah tahapan untuk menjadikan solar performa tinggi. Sehingga bisa aman digunakan pada mesin mobil diesel Euro 4 terlebih Euro 2. Seperti i; Melenyapkan partikel Sludge atau endapan lumpurnya, menurunkan kandungan sulfur dan kandungan airnya secara kompatibel, menaikan Cetane Number-nya atau CN-nya atau daya bakarnya, dan meningkatkan titik nyala PMCC-nya. Berikut video proses tahapan Blending yang dimaksud;

Fuel Line System atau sistem saluran bahan bakar adalah jantungnya mesin diesel utamanya diesel modern, Seperti filter solar, injektor, dan seterusnya tidak boleh kotor atau berkerak atau mampet,

Info lebih lengkap bisa hubungi saya langsung WA. 081399160008 atau buka situs http://www.problemmobildiesel.com

Semoga tulisan ini sangat bermanfaat utamanya bagi pengelola solar tambang rakyat.

Solar Tambang Rakyat Dengan Biosolar, Ini Bedanya!

#solarmedan #solardumai #solartambang #solarrakyat #solarindustri #diesel #refinery #solarjambi #solarpalembang #solarriau #solarlampung #solarmusi #solarplaju #solarsumatera #solarbrandan #solarcepu #solarkangean #solarcilacap #solarbalikpapan

Pada kualitas solar tambang rakyat bervariasi karena merupakan hasil penyulingan tradisional yang tidak memiliki standar mutu yang sama dengan solar resmi seperti Biosolar, Pertadex/ Solardex. Kualitasnya dapat dinilai berdasarkan berat jenis, angka setana, partikel Sludge atau endapan lumpurnya, titik nyala PMcc, dan kandungan sulfur serta kandung airtnya

Tentang kualitas solar tambang rakyat. Agar jadi jenis solar performa tinggi seperti Solardex/ Pertaminadex/ Pertadex atau berkarakter memiliki standar mutu diperlukan tambahan proses produksinya. Seperti Bleaching Earth atau penjernihan, setelah itu yang jernih disisihkan dari solar yang keruh. Setelah pemisahan antara jernih dan keruh, yang jernih ditambahkan beberapa zat aditif atau formula super kompatibel aditif. Seperti Dispersant, Demulsifier, Detergency, Corrosion Inhibitor, Antifoaming, dan beberapa zat aditif lainnya.

Sekedar Sharing. Bukalah http://www.problemmobildiesel.com

Deskripsi artikel ini bisa buka disitus http://www.problemmobildiesel.com

Semoga ulasan ini bermanfaat bagi pegiat usaha solar industri rakyat diseluruh Indonesia.

Punya Mobil Diesel?, Coba Perhatikan Penjelasan Pakarnya Diesel Ini!

Sudah jadi rahasia umum bagi pemilik mobil diesel. Yang ditakutkan dari kandungan Biosolar itu hanya ini, yaitu adanya partikel Sludge atau endapan lumpur yang tinggi. Serta kandungan sulfur dan kandungan airnya yang relatif tinggi. Partikel dan kandungan ini 100% menyebabkan Part Fuel Line System seperti filter solar, injektor, dan seterusnya mudah kotor dan kemungkinan besar bisa mampet. Kalau sudah itu terjadi biaya perbaikannya tidak sedikit, teruma pada mobil diesel Completely Buit Up [CBU].

Perusahaan Refinery dalam membuat jenis solar performa tinggi pasti ada proses tambahan disebut Blending. Yaitu ditambahkannya formula super kompatibel aditif. Seperti; DISPERSANT sebagai pemecah deposit yang dihasilkan solar atau untuk mengendalikan dan membawa kotoran agar ter-dispersi merata dalam bahan bakar, DEMULSIFIER sebagai penjaga kemurnian bahan bakar solar dari campuran air, DETERGENCY untuk membersihkan Fuel Line System dari deposit karbon, CORROSION INHIBITOR sebagai pelindung anti karat, dan zat aditif ANTIFOAMING sebagai pencegah terjadinya buih atau solar masuk angin.

Contoh seperti Biosolar, jika partikel Sluge atau endapan lumpurnya dilenyapkan. Kandungan sulfur dan kandungan airnya diturunkan secara kompatibel. Titik nyala PMCC ditingkatkan, Angka setane atau daya bakar dinaikkan. Sudah barang tentu 100% aman dan bisa digunakan dimesin mobil diesel yang berstandar Emisi Euro 4 terlebih pada mobil diesel konvensional yang notabene Euro 2. Yang pasti akibat Blending tersebut diatas, yang namanya Fuel Line System seperti filter solar, injektor, dan seterusnya tidak mudah kotor sehingga performa mesin tetap optimal.

Informasi selengkapnya atau ingin merubah atau Up Grade Biosolar jadi sejenis solar performa tinggi bisa buka Situs ini http://www.problemmobildiesel.com

Semoga ulasan ini bermanfaat bagi pemilik mobil diesel utamanya mobil diesel modern yang sudah standar Emisi Euro 4. [PROBLEMMOBILDIESEL]

Begini, cara merubah hasil tambang minyak diesel rakyat jadi jenis solar performa tinggi

Tambang minyak di Indonesia tersebar di beberapa wilayah utama, yaitu di Sumatera [ Riau, Aceh, Sumatera Selatan, Sumatera Utara ], Jawa Timur [ Cepu, Tuban, Bojonegoro ], Kalimantan Timur, Papua Barat. Termasuk diantaranya tambang minyak diesel rakyat.

Tekstur warna setelah HASIL TAMBANG MINYAK DIESEL RAKYAT di Up Grade dengan formula super kompatibel aditif

Dalam hal ini termasuk tambang minyak diesel rakyat. Sayangnya, pada kualitas tambang solar rakyat, khususnya yang tidak berstandar mutu, umumnya rendah kualitasnya karena kandungan sulfurnya rendah dan memiliki angka setana yang rendah serta menghasilkan emisi berbahaya dan performa mesin kurang bisa optimal. Utamanya di mesin mobil diesel Common – Rail Technology yang berstandar Emisi Euro 4 

Agar berubah atau jadi jenis solar performa tinggi atau berstandar mutu harus dilakukan proses tambahan kualitas yang benar, terukur, serta kompatibel sehingga Marketingable atau layak jual. Berikut proses merubah hasil tambang minyak diesel rakyat menjadi jenis solar performa tinggi;

Untuk penjelasan lebih komplit Anda bisa hubungi WhatsApp 0813-9916-0008. Atau buka Situs http://www.problemmobildiesel.com

Semoga ulasan ini sangat bermanfaat terutama mitra tambang minyak diesel rakyat di seluruh Indonesia. Salam. [PROBLEMMOBILDIESEL]

Mitsubishi Pajero Pakai Biosolar? Ini Resikonya!

Bengkel resmi ATPM atau Manual Book Mitsubishi Pajero memberikan penjelasan, bahwa untuk mesin Mitsubishi Pajero dianjurkan pakai bahan bakar jenis solar performa tinggi seperti Solardex. Dasar pertimbangannya karena Fuel Line System -nya sudah Common – Rail Technology dan berstandar Emisi Euro 4.

Bisa disebut resiko jika mesin Mitsubishi Pajero pakai Biosolar. Hal ini karena partikel Sludge atau endapan lumpurnya tinggi dan pertimbangan ini diperkuat lagi dengan kandungan sulfur serta kandungan airnya relatif tinggi.

Pertanyaannya, amankah mesin Mitsubishi Pajero menggunakan jenis solar performa rendah seperti Biosolar???

Jawabannya pasti aman dan 100% bisa!. Asal, sekali lagi asal, partikel Sludge atau endapan lumpurnya dilenyapkan. Kandungan sulfur dan kandungan airnya diturunkan secara kompatibel. Titik nyala PMCC – nya ditingkatkan, dan angka setane atau daya bakarnya dinaikkan minimal CN50.

Kata kuncinya ada pada cairan Recommended ini – Complete Diesel Treatment atau biasa disebut Injector Safety Fluid. Pertimbangannya cairan ini sudah digunakan di ribuan mobil diesel utamanya pada mesin mobil diesel Common – Rail Technology yang berstandar emisi Euro 4. Diperkuat lagi dengan hasil uji analisis SUCOFINDO LABORATORIES. Ini hasil uji analisisnya;

Semoga artikel ini sangat membantu bagi pemilik mobil diesel utamanya para pemilik Mitsubishi Pajero di Indonesia. Salam Komunitas. Kunjungi situs http://www.problemmobildiesel.com [PROBLEMMOBILDIESEL]